Lihat

Unknown


Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah r.a :
Ya, Aisyah, jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu :

1. Sebelum khatam Al-Quran.
2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat.
3. Sebelum para muslimin meridhai engkau.
4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah.

Bertanya siti Aisyah :
“Ya Rasulullah, bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika ?“
Unknown


Dikisahkan dalam sejarah Islam, seorang pemuda alim bernama Abu Shalih. Ia adalah turunan ke-12 dari Rasulullah saw., dari garis Sayyidina Hasan as-Sibthi ra. Ia berasal dari desa Jilan, Iran.

Suatu siang, saat Abu Shalih tengah berdzikir dipinggir sungai, dilihatnya kumpulan buah apel yang hanyut terbawa aliran sungai.
Segera ia mengambilnya sebuah dan memakannya. Namun tiba-tiba, ia berhenti mengunyah. Ia merasa bersalah.

”Aku telah mencuri. Buah ini pasti ada yang memiliki. Aku harus menemui dan meminta maaf pada pemilik pohon apel yang buahnya telah kumakan tanpa seijinnya”, katanya dalam hati.

Abu Shalih lalu berjalan menyusuri sungai, hingga menemukan pohon apel tersebut. Segera ia menemui pemilik pohon apel itu, untuk meminta maaf.
Unknown


Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar ungkapan kalimat menyerah seperti,: "ahh, terlanjur,. nasi udah menjadi bubur, apa boleh buat"

dear readers ...

Gini lho, Terkadang apa yang kita dapatkan tak sesuai harapan., kalo memang nasi telah menjadi bubur,. yaa mau gimana lagi,. syukuri dan terima dg lapang dada..

Sekarang tinggal pintar-pintarnya kamu agar membuat si bubur bisa lebih-lebih dan lebih enak dari nasi,.

"nggak mungkin bisa mas?!"
Unknown


Perkenalkan Namaku adalah UANG !!
Orang barat menyebutku MONEY....
Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.

Aku juga "bisa" merubah 'Perilaku bahkan sifat Manusia'
karena manusia mengidolakan aku.

Banyak orang berubah kepribadiannya,­ ­ ­­­­­ mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku..!!!
Unknown


Wajah tirus Hani dengan kepala tak berambut sedikit bergerak. Mata cekung, dulu jenaka yang menyimpan banya keceriaan dan keoptimistisan, kini ia memandangku dan mengerjap dengan layu . Seakan-akan ada yang ingin diungkapkannya. Kuhampiri tubuh yang lemah itu, dan kugenggam tangannya.

"Ada apa, Han..?"

Suara tilawah Al Quran Mama terhenti ketika menyadari ada sesuatu yang diminta Hani.

"Kenapa, sayang..? Ada yang sakit?." Tanya mama dengan suara parau.