Lihat

Ahmad Zaki Yusuf


Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia Lima tahun. Pada suatu sore,
Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket. Ketika sedang menunggu giliran
membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan,
tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik.

Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya. Tapi... Dia tahu,
pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia
sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.

Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik.
Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya.

"Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi... "

Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp
15,000.

Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia
bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten...

"Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki Kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi.
Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu
untuk minggu depan. Setuju ?"

Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya.
"Terimakasih..., Ibu"

Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu
membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah
lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur.

Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab,kata ibunya, jika basah,
kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau...

Setiap malam sebelum tidur, ayah Anisa membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu
malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita,

Ayah bertanya "Anisa..., Anisa sayang Enggak sama Ayah ?"

"Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !"

"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu...

"Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itu
kesayanganku juga

"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar
Anisa.

Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi,
"Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah?"

"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah?".

"Kalau begitu, berikan pada Ayah Kalung mutiaramu."

"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.."Kata Anisa seraya
menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.

Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke kamarnya, Anisa sedang duduk di atas
tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua
tangannya tergenggam di atas pangkuan. air mata membasahi pipinya..."Ada apa Anisa, kenapa
Anisa ?" Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya.

Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya" Kalau Ayah mau...ambillah kalung
Anisa"

Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa. Kalung itu
dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk
kalung mutiara putih...sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa..."Anisa... ini
untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat
lehermu menjadi hijau"

Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.

Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T. terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena
Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita
seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat
berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan. Untuk itulah perlunya sikap
ikhlas, karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan
menggantinya dengan yang lebih baik.



Note: Artikel ini berasal dari berbagai sumber luar milik orang lain, dan maaf saya tak mencantumkan sumbernya dikarenakan telah lupa & tak tahu akan sumber tersebut.
Semoga pahala amal jariah selalu tercurah kepada pemilik asli yang sudah bersusah payah lagi ikhlas membuat artikel ini. Aamiin.


Ahmad Zaki Yusuf

Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru ngaji, “Ustad, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Ustad pun tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Ustad, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Ustad meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.
“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Ustad.

“Tidak Ustad, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Ustad.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”
Giliran dia menjadi bingung. Setiap Ustad yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Ustad edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”
Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
” Ya Allah, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Allah. Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini ”.

Ia pun buru-buru mendatangi sang Ustad yang telah memberi racun kepadanya. Sesampainya dirumah ustad tersebut, pria itu langsung mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karena ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.
Melihat wajah pria itu, rupanya sang Ustad langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang ustad pun berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Ustad, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini……



Note: Artikel ini berasal dari berbagai sumber luar milik orang lain, dan maaf saya tak mencantumkan sumbernya dikarenakan telah lupa & tak tahu akan sumber tersebut.
Semoga pahala amal jariah selalu tercurah kepada pemilik asli yang sudah bersusah payah lagi ikhlas membuat artikel ini. Aamiin.
 
Ahmad Zaki Yusuf


Mmmm Kale ini Saya Mau Membahas Tentang Percintaan Akhh ,, hehehe ,,, Disimak Baek" yoo , Baca Semua , No Ringkas , Rame Loch, dijamin !

CEKIDOT

Cerita ini awalnya waktu saya duduk di bangku SMA kelas III, setahun lalu … jadi waktu malam minggu saya jalan bedua dengan temen saya yang inisialnya J,cowo . . .

pertama sih keliling-keliling aja.. nah sekitar jam 11, gak tau kenapa temen saya ini ngajak saya ketempat prostitusi, mungkin kalo yang disekitaran kota ***** udah gak asing ama yang namanya *****
Sumpah saya gak ada maksud mau main cewe-cewe disana, gak ada niat sama skali.
Saya sih cuman pengen nemenin temen saya ini aja sekalian cuci mata, yaudah ngikut aja …
Udah nyampe dan udah masuk komplek’nya. Jeng Jeng . . . PSK disana ngeliat body saya tinggi , lumayan cakep , putih , yaudah deh saya langsung digoda godain.
*sama aku aja!*
*jangan itu kudisan sama aku aja!*
*eyy ganteng sini dong!*, dll

Saya Terus aja ngikutin temen saya ini, trus dia brenti disatu rumah, katanya dalam rumah itu cewe’nya cantik-cantik.. yaudah saya suruh dia cepetan masuk, saya nunggu diluar, sambil duduk dikursi. Bete juga sih saya nunggu’nya sambil maen hape aja, karena saya bukan perokok makanya gak ngrokok sambil nunggu temen.
Naaah sekitar 5 menitan saya nunggu, ada tuh satu PSK nyamperin saya? Lumayan cantik sih untuk ukuran PSK’ gini percakapan kita waktu itu,
Keterangan
TS= Saya
PSK=E ( inisial )

TS:( senyum-senyum..)
E:*ni ( sambil nyodorin rokok)*
TS:*duh aku gak ngrokok hehe..*
E:*yah laki kok gak ngrokok… situ gak main mas ? sama Aku aja ? Yang didalem ini ( sambil nunjuk rumah tempat temen saya main) biasanya lama tuh,

Longtime.. aku lagi butuh uang juga ni..*

TS:* ah enggak, aku nemenin temen doing,, loh emang kamu sepi malam ini? Gak ada pelanggan? Kan kamu cantik?
E: (sambil ngrokok) * aku lagi ada masalah.*
TS:*masalah apaan?*
E:*perlu situ tau?*
TS:*oh hehe maaf..*

* Hening sekitar 5 menit

E: (rokoknya habis) “kayaknya kamu gak brengsek ya?”
TS: “ hah maksudnya ? “
E:” kan semua cowo brengsek? Cuman kamu aja datang kesini gak mau ngeluarin lendir”
TS: “ hehe bisa aja .. tapi gak semua cowo loh gitu, diluaran sana juga banyak cowo baek-baek.. iya takut aja dosa,, belum lagi kalo kena penyakit apaaa gitu.. maaf ya kalo tersinggung hehe..”
E:”ngapain minta maaf, emang bener kok.”
TS:ehm..nama kamu siapa?”
E:E**, nama panggilan aku dsni, tapi kalo nama asli E*****. Kamu ?
TS:” aku R*** ( nama samara ) .. oh salam kenal ya.. ehmm.. kalo boleh tau kamu ada masalah apa sih ampe gak ada pelanggan? Crita aja aku gak ember kok mulutnya…”

*Obrolan semakin asyik sehabis kenalan*

E:”gak papa males aja cerita.. yang jelas aku lagi butuh uang skarang”
TS:”buat?”
E:”buat ibu aku, diperutnya ada kayak benjolan gitu .. sebulan yang lalu sih udah dibawa ke puskesmas, diagnosa’nya semacam tumor kecil.. disuruh cepet-cepet operasi ke RSU.. tapi ya gitu deh, aku belom punya uang, mana job aku udah sepi lagi huffffttt…”

Subhanallah… saya sempet speechless.. disitu mata saya berkaca-kaca banget dikirain duitnya buat apa.
Ternyata ….

TS:”yah knpa gak bilang daritadi? Aku sih mau aja bantu, tapi sekarang aku gak pegang uang? Uang aku dirumah..”
E:”capeeedee gak usah ngomong”
TS:”hehe.. emang biayanya berapa?”
E:2 setengah juta.. tapi uang aku ada sejuta doing masih, 2 minggu ini aku kumpulin dikit-dikit.”
TS:”kurang 1,5 ya? Ehmmm gini aja, kamu ada nomer hape?”
E:”ada .. buat apa?
TS”ya besok aku ksini lagi, 1,5 aku kasih ke kamu..”
E:”beneran? Tapi gak usah disini, kita janjian ditempat luar aja.”
TS:”okelah.. berapa ? “

Yaudah disitu kita tukeran Nomer hp, terus sdikit-sedikit ngobrol, terus gak lama temen saya keluar sambil benerin bajunya, lehernya kayak abis digigit drakula, terus saya sempet liat cewe’Nya. Beeeuuuh IGO banget ternyata itu komplek untuk yang umurnya dibawah 20’an kata temen saya..!! tapi saya tetep istighfar

-oooOOOooo-

Tibalah hari esok.
Duit saya dirumah cuman 900 ribu, jadi 600 ribu saya bobol tabungan saya diATM, terus sekitar jam 3 siang saya sms dia, tapi katanya besok aja soalnya lagi ada arisan PSK tu komplek, nah ke esokan hari’nya si E sms saya untuk ketemuan di salah satu cafĂ©, yaudah kita ketemuan….
Setelah kita ketemu ngobrol-ngobrol dikit, sambil saya traktir makan. Saya ajak jalan-jalan, pokoknya seharian saya ma dia, abis itu saya bawa dia ke pantai ‘bla bla bla’ duduk-duduk sebentar nikmatin angin sepoi-sepoi, trus saya kasih uang itu.. dan saya gak nyangka, dia langsung meluk saya sambil ngucap terimakasih..!!! dari suaranya dia kayaknya mau nangis gitu, wah bulu kuduk saya sempet berdiri sih dipeluk, soalnya baru kali itu yang meluk saya ‘bukan biasa’ yaudah saya peluk balik deh, sambil ngucapin, “iya sama-sama”.. aku ikhlas kok bantu ibu kamu.. gak usah kamu ganti..”
Dan disitu dia ngungkapin semuanya, kalo dulu dia waktu SMP pernah diperkosa sama bapak tirinya…! Kalo badannya gak gede aja udah saya tabok tu..! tapi sayang badan bapak tirinya gede, trus tato’an.

E: “dulu sebelum aku kerja kayak gini, aku ounya pacar, sama-sama satu skolah, dari sekian cowo yang ngejar aku, Cuma dia yang aku terima, tapi ya gitu deh laki-laki, rata-rata pacaran nyari SEX doang! Makanya aku males namanya cinta-cinta, bullshit..”
TS:”ya tapi gak semua cowo gitu kali..”
E:”pastinya , contohnya kaya yang disamping aku.”
TS: ( saya sempet lama loadingnya, dan sadar ternyata itu saya, yaudah saya ketawa..)”
E:”iissh Yaah Ketawa,. Emang bener.. kamu orangnya baik dimata aku.. andaikan kamu jadi pendamping aku, senangnya hati ini haha … tapi gak mungkin lah.”
TS:”kok gak mungkin? Kalo aku mau?
E:”haha dasar goblok (noyor kepala saya) ngapain kamu mau jadi pacar’nya cewe kotor terus bau lendir kayak aku gini?
TS:”husss kamu jangan ngomong kaya gitu lagi.. gak ada kata terlambat loh untuk bersihin hati kamu.. aku suka cewe yang apa adanya kok..”

bla bla bla bla yaudah saya Nyatakan cinta ke E, disitu kita jadian deh..

-oooOOOooo-
esoknya saya nemenin dia ke RSU ‘bla bla bla’ untuk operasi ibu’nya hampir 4 jam, udah slesai, lega dah.. ibu’nya ngucapin banyak-banyak terimakasih ke saya sambil nangis, saya jadi emosional banget karena di RSU itu bapak tiri’nya E nyamperin saya, mau ngomong 4 mata katanya, saya sempet takut, tapi ternyata apa yang terjadi?
BT ( Bapak Tiri ): “Om bisa ndak minjem duit kamu, 500 ribu aja.. tapi jangan bilang-bilang ke E**.. si E** udah ndak ngasih om uang beberapa hari ini..”
TS:”buat apa om? Kan biaya RS’nya ibu sudah aku bayar?”
BT:” mau bayar utang ke teman, ya kalau nda bisa ya nda papa, tapi jangan coba-coba nemuin E** lagi..”
Mau gak mau saya ke ATM lagi ngambil duit itu , bukan untuk bayar utang, tapi untuk main judil paling..

-oooOOOooo-
Sekitar 2 minggu hubungan saya sama E berjalan lancer-lancar aja tuh, tapi hampir tiap malam saya mewek sebenarnya ada satu rahasia yang E rahasiain ke saya, padahal sebenarnya saya udah tau udah 3 minggu, biaya kehidupannya+keluarga’nya saya yang biayain, soalnya E udah mau brenti kerja gituan dia juga udah saya suruh sering-sering sholat, ketakutan saya makin besar .. badannya makin kurus.. cekungan mata’nya makin keliatan, sebenarnya E kena penyakit kelamin..

***FLASHBACK***
Waktu malam pertama saya kenal sama E , besoknya saya nyoba-nyoba ke komplek itu lagi, saya penasaran banget masa PSK secantik E ini gak ada pelanggannya lagi?? Yaudah saya nyoba Tanya ke Desi ( nama sebenarnya ), Desi ini yang maen ama temen saya malam itu, saya kasih dia 100ribu , trus dia ungkapin semuanya percakapan kita kira-kira gini:
TS:” si E** itu ada masalah apaan sih kok tadi malam gak ada pelanggannya? Setau saya penghuni disini tiap malam pasti ada yang booking deh walau cuman 1..”
Desi: kamu siapa’nya E**?
TS:”aku temennya doang..”
Desi:ooh..!! ya gitu deh, kena penyakit .. kasian tu anak .. makanya pelanggan pada lari smua, takut ketularan..”
TS:”ha? (muka kaget) maksudnya penyakit apaan??”
Desi:”iyaa dia itu positif kena sifilis.. sebenarnya sih bisa aja dia konsumsi penisilin G dari RS, tapi uangnya dia kumpulin buat biaya kanker ibunya,, itu aja ibu’nya masih gak bisa bangun..”
TS: ( coba tegar ) “oh gitu .. ehmmm E** masih bisa sembuh tapi kan?”
Desi:” kata dokter di puskesmas udah kecil kemungkinan deh, soalnya virusnya udah menjalar, kapan itu dia meriksa minta temenin aku, makanya aku tau..”
TS:”oh gitu.. yaudah makasih ya infonya? Aku mau pulang..”
Desi:”gak minum dulu?”
TS:”enggak, mau pulang aja.. aku pulang dulu y?”

-oooOOOooo-
Di jalan, sumpah saya speechless banget.. saya mau nangis banget dengernya.. disitu saya bertekad untuk jaga dia sampe pnyakit dia sembuh.. gak tau kenapa tiba-tiba saya jadi sayang sama E, gak kaya cowo laen malah lari setelah tau dia kena penyakit.. bego gak sih saya ini..???
Terus saya ngeliat dia makin lemah gitu, saya gak kuat, saya bawa dia ke RS ya gitu lah, vonis dokter dia kena sifilis akut, soalnya neurosifilisnya udah nyebar ke sel-sel badannya, dan lama kelamaan bikin badan dia lumpuh, saya sih gak kaget, cuman dia’nya minta maaf ke saya soal’nya gak ngasih tau , jadi ya saya bilang aja kalo saya udah tau dari desi, dan saya sayang ma dia, dia penyakitan atau apalah saya tetep saying ma dia, dia’nya langsung nangis meluk saya..
Hampir seminggu dirawat di RS, saya tetep jagain dia, bayangin coba, abis saya UN, saya gak langsung pulang kerumah, tp langsung ke RS buat jenguk dia, UN pun saya gak konsen, tapi Alhamdulillah aja lulus dan akhirnya … tepat tanggal 30 April 2011, E hembuskan nafas terakhirnya di RSU tempat dia dirawat , sekitar jam 4 sore kalo gak salah. Disitu ada bapak’nya, ibu’nya, temen-temen’ satu komplek’nya . dan tentunya ada saya, saya nangis disitu, saya udah nyangka pasti akhirnya begini, makanya saya mau bahagiain dia di saat terakhir-terakhir hidup dia kayak janji saya pertama, dia gak dimakamkan dikota itu gan, tapi dibawa ke kota ‘bla blab bla, kampung halamannya, biaya perjalanannya saya yang tanggung, ibu’nya sama-sama orang temennya E satu komplek mbawa ksana, bapak tiri’nya gak ikut, saya gak bisa ikut, soalnya lagi sibuk sibuknya tes SNMPTN waktu itu saya kasihan ama ibu’nya, saya kasih dia uang saku juga selama diperjalanan, ibu’nya udah gak bisa tinggal di rumah dinas itu lagi, dia mau ninggalin suami’nya itu, makanya dia balik ke kampung halamannya, tempat keluarganya disana..
( Kabar terakhir yang saya tau, ibu almh, jualan nasi bungkus disana)

Semua kenangan tentang dia udah saya hapusin, yang tersisa Cuma surat dari dia, kalung kesayangannya ( skarang saya yang pake, foto dia di dompet saya, sama cincin…

Penampakan surat,cincin, dan kalung:


Surat itu dia titip ke Desi, katanya kalo dia dah meninggal, tolong kasih ke saya, kalo cincin ma kalung saya ambil pas dia udah mninggal, saya ijin ke mama’nya, kalo foto emang udah lama saya minta dari dia. Pertama saya ngeliat suratnya, surat itu kayak ada bekas titik titik air matanya dan ini dia nulisnya sebelum masuk RS
Berikut isi suratnya:

To : My Lovely..

Dear ..
Makasih sayang selama ini udah mau jadi pendamping aku..
Makasih juga udah mau jadi malaikat penyelamat untuk ibu aku..
Andaikan kamu tau aku punya penyakit gini..
Aku yakin kamu pasti kecewa terus ninggalin aku..
Yakin banget makanya aku ngerahasiain ini semua…
Maaf ya sayang?

Dear..
kamu laki-laki paling baik yang pernah aku temuin..
Kamu mau terima aku apa adanya..
Aku perempuan kotor, miskin, keluarga semrawut..
Tapi kamu tetep mau deket ma aku..

Dear..
Andaikan aku udah gak hidup lagi di dunia ini
Kamu jangan sedih ya sayang?
masih banyak perempuan yang lebih baik dari aku..
kamu orang baik, harus punya pendamping yang baik juga
Inget…!!!!! Jangan lagi datang-datang ke tempat kotor gitu
Setebal apapun iman kamu…
Pasti bisa runtuh ama yang namanya perempuan

Dear..
Walau dunia kita udah beda..
Aku tetep ada dihati kamu kan sayang?
Janji.. aku akan slalu disamping kamu…
Aku akan jaga kamu…
Maaf andai selama ini aku dan keluarga udah nyusahin kamu..

GoodByeeeee Sayang……!!!!!

Your Lovely Bitch, Eva.


PESAN DARI SAYA ( Zaki Aditya ) :
Alhamdulillah , Akhirnya dah selesai juga ngetik ne Artikel , dari jam 4 sampe hampir jam 7 , pegal-pegal ne Tangan … g bsa di Copas seh ini >,< .

Dari Cerita ini , saya ingin memberi nasihat kepada Kalian semua :

1. Tidak ada Kata Terlambat Untuk Bertaubat
Allah maha Pengampun , walau qt Punya dosa Sebanyak Seisi Dunia , Kalau kita Sungguh” BertaubatNya insya’allah, akan diterima taubatnya oleh Allah ^_^.
Ingat kan kisah orang yang membunuh 99 orang , eh 100 :D .

2.Jangan Jadi COWO BrengSek Yoo
Ingat Euy , cewe bukan untuk dipermainkan , klw gx bsa nahan untuk pacaran , yaudah pacaran dengan baik , jangan sampe keluar Batas. Ingat pesan dari almh Eva:
Inget…!!!!! Jangan lagi datang-datang ke tempat kotor gitu
Setebal apapun iman kamu…
Pasti bisa runtuh ama yang namanya perempuan
Bwt Perempuan Juga , jangan SeenakNya aja membuat Cowo” jadi Merangsang and bikin nafsu oleh Olahmu juga.