Lihat

Ahmad Zaki Yusuf


Teruslah Berbuat Kebajikan

            Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya.

            Mereka akan merasakan "buah"nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. Sehingga, mereka pun selalu lapang dada, tenang, tenteram dan damai.

            Ketika diri Anda diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, niscaya Anda akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang-orang yang terzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya Anda akan merasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan Anda!

            Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan manfaat psikologis dari kebajikan itu terasa seperti obat-obat manjur yang tersedia di apotik orang-orang yang berhati baik dan bersih.

            Menebar senyum manis kepada orang-orang yang "miskin akhlak" merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi, "... meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri." (Al-Hadits)
Sedang kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadinya oleh Sang Maha Gaib.
 
            Seteguk air yang diberikan seorang pelacur kepada seekor anjing yang kehausan dapat membuahkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
 Ini merupakan bukti bahwa Sang Pemberi pahala adalah Dzat Yang Maha Pemaaf, Maha Baik dan sangat mencintai kebajikan, serta Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

            Wahai orang-orang yang merasa terancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan dan kegundahan hidup, kunjungilah taman-taman kebajikan, sibukkan diri kalian dengan memberi, mengunjungi, membantu, menolong, dan meringankan beban sesama. Dengan semua itu, niscaya kalian akan mendapatkan kebahagiaan dalam semua sisinya; rasa, warna, dan juga
hakekatnya.

{Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Rabb-nya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.}
(QS. Al-Lail: 19-21)

-La Tahzan DR. 'Aidh al-Qarni
Ahmad Zaki Yusuf



Sama halnya dengan iman, kadang kala semangat bisa bertambah namun bisa pula berkurang. Semangat adalah dorongan jiwa yang sangat kuat untuk melakukan sesuatu. Semangat untuk bekerja, beribadah, belajar dan lainnya. Semangat itu sungguh penting, karena ia merupakan gairah bergejolak yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu secara maksimal.

                Karena semangat begitu penting, maka kita perlu tau bagaimana cara kita agar bisa mendapatkannya. Sungguh banyak sekali caranya,seperti  membaca cerita yang menginspirasi atau memotivasi diri kita, berpikir untuk mengelola masa depan, atau menargetkan suatu tujuan yang ingin dicapai dikemudian hari.

                Nah disini saya akan membagikan ‘Bait Penyemangat’ saya untuk selalu semangat dalam menjalani dunia perkuliahan. Karena banyak sekali saya melihat mahasiswa/i yang bisa dikatakan main-main dalam menuntut ilmu di bangku kuliah, mereka asal-asalan, seolah-olah mereka kuliah karena terpaksa.

                Bait ini saya tempel di dinding, apabila semangat saya terasa agak mengendur,  saya baca bait ini :

            Ingatkah engkau dengan janjimu kepada orang tua, sebelum dirimu pergi jauh ke negeri orang demi menuntut ilmu . . . ???

Engkau akan selalu berusaha untuk membuat perubahan yang berarti pada dirimu.

            Jangan sia-siakan waktumu, INGATLAH MASA DEPAN
APA KAU INGIN MENJADI ORANG YANG SAMA DENGAN KEBANYAKAN ORANG LAIN ???
Jangan TERLENA dengan HAL-HAL yang FANA

MEMANG SULIT,MEMANG MEMBOSANKAN, tapi itu untuk saa tini SAJA. Ayo Ayo Semangatlah Kawan . . . . apa kau tak melihat bagaimana perjuangan MEREKA? Apa kau rela KALAH dengan MEREKA ???

No, aku tidak akan Kalah atau Menyerah, sebelum BERUSAHA
I Promise, saata kupulang keKampung Halaman nanti, aku akan menunjukkan pada ORANG TUAku, bahwa perjuangan mereka untuk mengKuliahkanKU disini tak sia-sia.

KAU tau bahwa kuliah itu MAHAL…? Kau tau mencari UANG itu SUSAH…? KAU tau bagaimana LETIHNYA mereka mencari RIZKI untuk diberikan KEPADAMU…? GUNAKAN SEBAIKNYA, KAU SUDAH BESAR !!!

BUATLAH mereka BANGGA akan DIRIMU ,
yeaah …. Aku BERJANJI, akan membua tmereka MENANGIS karenaKU,
menangis karena BANGGA kepadaku.

LIHATLAH orang yang dibawah darimu, kehidupan mereka yang JAUH LEBIH SULIT DARIMU , INGIN BERSANTAI-SANTAI ??? 

SYUKURI APA YANG ADA, Hari ke Hari HARUS ada YANG DIPEROLEH, BERSENANG-SENANG itu TAK ADA HABISNYA, Janganlah TERPEDAYA kawan.
*Created By Ahmad Zaky Y. - Ini Caraku, mana Caramu . . . ????
Ahmad Zaki Yusuf





Apa sih menulis itu . . . ?

            Menulis adalah pekerjaan yang paling murah, efektif dan bahkan gratis untuk mendapatkan banyak kesuksesan. Menulis adalah cara manusia sejak zaman purba mewariskan petunjuk-petunjuk dalam kehidupan. Dan sesungguhnya manusia sudah dibekali naluri untuk menulis. 

            Kita menulis untuk mempertinggi kepedulian kita pada hidup. Kita menulis untuk merasakan lagi kehidupan kita, dalam sebuah kenangan kembali. Kita menulis agar kita mampu meraih hidup yang lebih bermakna, untuk meraih apa yang ada dibaliknya, untuk mengajarkan kita bagaimana berbicara pada orang lain. -Anais Nin-

Apa arti menulis bagi Anda . . . ?

- Bagiku menulis adalah berkarya terampil untuk menyampaikan pesan secara baik dan tepat kepada masyarakat.
- Bagiku menulis merupakan dunia petualangan yang sungguh indah.
- Bagiku menulis merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kesuksesanku kelak.
- Bagiku menulis adalah salah satu sarana untuk mengubah negeriku menjadi lebih baik.
- Bagiku menulis merupakan salah satu sarana untuk mendakwahkan agama kepada masyarakat, dll.

Mengapa harus menulis . . . ?

            Dengan menulis kita bisa menyebarkan ilmu pengetahuan, berpartisipasi pada pengembangan kehidupan, mengusung gagasan/penyelesaian suatu masalah melalui (media) tulisan. Dan Sungguh banyak lagi manfaat dari kegiatan ‘menulis’ yang tak bisa disebutkan satu-persatu disini. Menjadi penulis bisa membuat diri kita bahagia dan membahagiakan orang lain. 

Menulis apa . . . ? 

            Apa saja, apa adanya untuk kemudian pada tahap selanjutnya kita bisa lebih kreatif mencari hal-hal yang lebih inovatif. Orang-orang yang gemar menulis biasanya memiliki kualitas pemikiran yang lebih baik. Mengapa ? karena ada tiga proses yang membedakan kerja otak penulis daripada yang hanya menyerap ilmu melalui bacaan dan pendengaran. Dengan menulis seseorang akan :
1.      Memiliki daya ingat yang lebih kuat, karena saat menulis merupakan bagian dari proses mengingat serta mematangkan ingatan.
2.      Memiliki proses penyaringan antara sesuatu yang primer dan yang sekunder sehingga kemudian mendapatkan esensi ilmu pengetahuan secara lebih sederhana.
3.      Tertuntut agar selalu membuka wawasan pemikiran, karena saat menulis akan selalu disadarkan dengan kekurangan ilmu dalam otak.

Lantas, Bagaimana cara saya agar bisa menulis dengan baik . . . ?

            Menulis bukanlah pekerjaan milik orang tertentu yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang bertakdir (berbakat). Menulis adalah aktivitas manusiawi, pekerjaan yang patut dikerjakan siapa saja.
Pikiran bisa diasah dengan tiga cara yang umum, yakni kemauan belajar praktis, rajin membaca dan selalu bergaul dengan mereka yang sudah mahir menulis. Jangan katakan tak mampu manakala belum mencoba. Jangan berhenti melakukan manakala belum berhasil

            Kreatif menulis itu butuh proses. Selain proses waktu, juga butuh keuletan tersendiri. Bekal utamanya ialah kemauan, ketekunan, kesabaran dan kecerdasan. Niat/kemauan adalah bekal paling utama, sedangkan tekun artinya selalu istiqamah dalam mengerjakan sesuatu walaupun melewati berbagai macam kesulitan. Sabar artinya tahan untuk berproses dalam jangka waktu yang panjang, dan cerdas artinya harus siap menjadi pembelajar sepanjang hidup.

            Semua hal tersebut bisa diketahui, bisa dipelajari dan bisa diwujudkan selama kita memiliki tekad untuk berhasil. Ada banyak cara untuk menjadi manusia pembelajar terkait dengan profesi seorang penulis. Bisa secara otodidak, rajin ikut pelatihan, hobi diskusi dengan para senior dan teman-teman, membaca buku karya orang lain, dan belajar hidup dan kehidupan dari para penulis senior.

            So, ayo segera menulis . . . mungkin Anda sangat berbakat dalam hal menulis, karena Setiap orang memiliki bakat, namun jarang bakat itu disertai keberanian untuk mengeksplorasi bakat tersebut semaksimal mungkin.
*Disusun oleh Zaky - Reference From Book ‘Genius Menulis’  -Faiz Manshur-