Zaki Aditya

Dikisahkan suatu ketika Nabi khidir melakukan perjalanan bersama para pengikutnya, beliau menyampaikan pesan kepada para pengikutnya (kaumnya), bahwa esok hari kita akan melakukan perjalanan panjang untuk bertamasya ke sebuah Goa, namun Nabi khidir mengatakan kepada para pengikutnya bahwa semua pengikutnya boleh mengambil segala sesuatu yang terdapat didalam goa tersebut serta dibolehkan pula bila tidak mengambilnya.. ujar khidir.

Namun bagi siapapun yang mengambilnya maupun yang tidak mengambilnya kalian semuanya kelak akan menyesal. “Ujar khidir kepada para pengikutnya”. Para pengikut (kaum) nabi khidir pun menjadi bingung, heran dan langsung bertanya-tanya kepada Nabi khidir maksud dari makna ucapan tersebut. Namun Nabi khidir hanya berujar: Tunggulah jawabannya esok hari setelah kita keluar melakukan perjalanan pulang dari goa.

Akhirnya esok hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, nabi khidir beserta para pengikutnya pun pergi melakukan perjalanan yang panjang menuju go’a. Setelah semua pengikut masuk dan menjelang tiba di mulut go’a. Nabi khidir kembali mengingatkan kepada para pengikutnya terhadap apa yang diucapkan di hari sebelumnya dan perjalanan menelusuri goa yang gelap serta hampa tersebut dilanjutkan hingga setelah usai melakukan perjalanan dan keluar dari goa.

Nabi khidir berujar kepada kaumnya agar siapapun yang selama dalam perjalanan di dalam goa telah mengambil segala sesuatu benda yang berada didalam goa tersebut agar menunjukkannya ke Nabi Khidir, ternyata sebagian pengikut nabi khidir yang mengambil benda di dalam goa yang semula diperkirakan hanya berupa batu kerikil kecil itu ternyata merupakan sebuah perhiasan emas. Sontak sebagian pengikut nabi yang telah mengambil benda tersebut kecewa sekali dikarenakan tidak mengambil lebih banyak.
Sementara, sebaliknya para pengikut nabi khidir yang seketika melihat benda yang dibawa pengikut lainnya tersebut, namun tidak mengambil benda yang terdapat didalam goa tersebut tidak kalah lebih kecewa.

Hingga akhirnya saat tersebutlah “Nabi khidir akhirnya berujar kepada kaum(pengikut) nya”: bahwa kelak semua umat manusia di muka bumi (dunia) ini akan menyesal, baik yang beriman maupun yang tidak beriman kepada Allah SWT.

 Hal ini dikarenakan bagi orang yang beriman dan bertakwa kepada Alloh, semuanya merasakan sangat kurang amal-amal kebaikan yang telah dilakukannya di dunia ini, baik itu amal ibadah maupun amal kebaikan lainnya yang telah diperbuat selama didunia ini, sedangkan bagi orang yang tidak beriman lebih sangat menyesal lagi, dikarenakan selama ia hidup, penglihatannya, pendengaran, akal,serta ilmu yang dimilikinya tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT, beriman dan taat kepada Allah SWT.
2 Responses
  1. Syukron, izin copy mas


  2. This comment has been removed by the author.